Pendidikan
karakter anak merupakan hal yang penting di masa yang begitu dinamis saat ini.
Pendidikan karakter adalah sebuah upaya penyelamatan moral bangsa yang kini
mengalami dekadensi dan penyimpangan. Di mana perilaku korupsi mulai
menjangkiti setiap lini birokrasi, kenakalan remaja semakin beragam,
kriminalitas tak kenal sanak saudara, semuanya memuncak seiring dengan
ditinggalkannya nilai kejujuran dan memudarnya rasa malu dalam kehidupan
sosial. Problematika tersebut tidak dapat diselesaikan dengan tuntas kecuali
dengan memperbaiki dan menjaga karakter anak sebagai generasi muda. Namun upaya
pembentukan karakter tersebut tidak dapat berjalan secara optimal tanpa peran
serta orangtua sebagai lingkungan pertama dan utama dalam proses tersebut.
Kamis, 12 November 2015
Kamis, 29 Oktober 2015
Menggapai Menembus Ruang dan Waktu
Posted on 09.48 by Anwaril Hamidy
Refleksi Perkuliahan
Ketujuh
Rabu, 28 Oktober 2015
Dosen: Prof. Dr. Marsigit, MA
Dosen: Prof. Dr. Marsigit, MA
Suatu ketika
Rasulullah SAW bersama beberapa sahabat (termasuk di dalamnya Abdullah bin Amr
al Ash) sedang berada dalam majelis di salah satu sudut Masjid Nabawi.
Tiba-tiba Rasulullah SAW bersabda, “Akan datang seorang lelaki penghuni surga.”
Tak lama kemudian melintaslah seorang pemuda Anshar yang berpenampilan
sederhana, nampak pada wajahnya bekas wudhu, sedang menenteng sandal jepitnya.
Pada kesempatan lainnya, Rasulullah SAW kembali bersabda, “Akan datang seorang
lelaki penghuni surga.” Dan pemuda Anshar yang sama pun kemudian melintas di
hadapan para sahabat. Begitulah Nabi mengulanginya hingga tiga kali. Akhirnya
Abdullah bin Amr al Ash pun mengikuti pemuda tersebut hingga tiba di
pondokannya. Kemudian Abdullah bin Amr al Ash meminta ijin agar ia diperkenankan
untuk tinggal selama tiga hari di sana. Selama menginap Abdullah bin Amr al Ash
mengamati amalan yang kira-kira yang menyebabkan Rasulullah mengatakan bahwa
pemuda tersebut adalah penghuni surga. Namun selama itu Abdullah bin Amr al Ash
tidak menemukan amalan yang istimewa pada pemuda tersebut. Abdullah pun
berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah berkata tentang dirimu sampai tiga
kali, ‘Akan datang seorang lelaki penghuni surga.’ Aku ingin memperhatikan
amalanmu supaya aku dapat menirunya. Mudah-mudahan dengan amal yang sama aku
dapat mencapai mencapai kedudukanmu.” Pemuda itu pun menjawab, “Yang aku
amalkan tidak lebih daripada apa yang engkau saksikan. Hanya saja aku
senantiasa berusaha untuk tidak menyakiti orang lain, berusaha untuk tidak marah
dan senantiasa memaafkan, dan berusaha untuk menjaga tali silaturrahim.”. Kisah
ini diriwayatkan oleh Ahmad dan an Nasa’i.
Beban yang Tak akan Pernah Melampaui Batas Kemampuan Pengembannya
Posted on 09.46 by Anwaril Hamidy
Refleksi Perkuliahan
Keenam
Rabu, 21 Oktober 2015
Dosen: Prof. Dr. Marsigit, MA
Dosen: Prof. Dr. Marsigit, MA
Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan hanya
dengan mengatakan, "Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan
sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti
mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.
(QS. Al Ankabut: 2-3)
Sabtu, 24 Oktober 2015
Mari Menyepakati Sebuah Makna Cinta yang Sederhana*
Posted on 05.10 by Anwaril Hamidy
(Sebuah Resensi Sederhana dari Buku “Ajari Aku Cinta”)
Cinta,begitu indah terasa…
Dunia pun s’lalu tertawa,
Mendengar kisah cinta manusia
Cinta, mutiara manusia
Fitrah dari Sang Esa,
Tumbuh berkembang daun-daun cinta
Langganan:
Postingan (Atom)