Senin, 12 September 2016

Elegi Kereta Api

1

Pengalaman yang dinamis, penuh rintangan, menggelitik emosi bahkan tak jarang menggerus fisik memang layak utk dikisahkan kembali. Karena akan selalu ada hikmah di sana, meski tak jarang baru disadari ketika pengalaman itu telah terlampau jauh pergi digilas oleh rutinitas sehari-hari. Begitu pula kisahku kali ini. Dalam setting pagi hari Yogyakarta yang cukup menegangkan, hingga akhirnya aku bisa duduk manis dalam sebuah gerbong kereta sambil menikmati indahnya pemandangan dan pengalaman pertama menaiki kereta api di Yogyakarta. Ada banyak hikmah yang tumpah ruah dalam setiap letak-letik dan detak-detik perjalanannya. Siap untuk diolah menjadi untaian kalimat yang sayang untuk dilewatkan. Setidaknya bagi diriku pribadi dan kawan seperjalanan. Dan inilah kisahku.

Kamis, 18 Agustus 2016

Korupsi dalam Hukum dan Perundang-Undangan Indonesia*

0

1.       Tindak pidana Korupsi di atur dalam UU Tahun 1999 nomor 31 yang kemudian diperbarui dengan UU tahun 2001 tahun 2001
2.       Terdapat beberapa komponen dari tindak pidana korupsi: suap dan gratifikasi (pasal 5 dan 6), kecurangan atas apa yang dipercayakan (pasal 7), mencuri harta negara, melakukan tindakan melawan hukum, menyalahkan wewenang, menimbulkan kerusakan (corrupt) berupa kerugian negara.

Selasa, 09 Agustus 2016

Selasa, 02 Agustus 2016

FORMAL

0

Mata Kuliah Matematika Model
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Marsigit, MA.

Formal merupakan suatu metode dalam menyusun penalaran yang logis, konsisten, terstruktur, koheren, analitik dan ideal. Dalam hal ini logika merupakan hal yang fundamental dalam memahami metode formal. Logika (Beth, 1962) merupakan teori deduktif inferensial yang berkaitan erat dengan konsep himpunan, premis dan modus Ponens. Dalam membangun konstruksi logika, perlu ditetapkan (F) formula-formula (U, V, W, ...) yang merupakan terdiri dari atom-atom (A, B, C, ...) pada suatu himpunan (K). Dengan ketetapan inilah, melalui penerapan modus Ponens, metode Formal dikembangkan hingga diperoleh kesimpulan (Z). Beth (1962) menjelaskan bahwa terdapat tiga konsepsi logika sebagai suatu teori deduksi inferensial, yaitu teori deduksi murni (formalis), semantik, dan aksiomatik. Ketiganya memiliki keterkaitan satu sama lain. Sehingga untuk dapat memahami dan mengembangkan logika secara lengkap dan mudah, kita harus mempelajari ketiganya.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html